Opini
Menjemput Ruh Para Sultan di Kursi Bioskop
Empat kursi kosong di panggung, tapi "empat ruh besar" seolah hadir memenuhi ruangan. Saya tertegun.
Membayar 100 ribu untuk sebuah tiket di sini bukanlah tentang biaya hiburan. Itu adalah bentuk apresiasi terhadap martabat.
Saat tokoh-tokoh penting Maluju Utara memesan tempat, mereka sedang mengirim pesan: bahwa narasi sejarah kita terlalu mahal untuk dibiarkan hilang ditelan zaman.
--000-
Pada akhirnya, panggung XXI itu pada saatnya nanti akan segera gelap. Lampu akan padam, dan aktor akan mulai bicara.
Saat itulah, batas antara masa lalu dan masa kini akan lebur. Kita tidak lagi melihat aktor yang berakting. Kita akan melihat Babullah, Nuku, Zainal Abidin Sjah, dan Salahuddin hadir di depan mata kita.
Mereka tidak datang untuk menuntut balas, tapi untuk bertanya pada kita yang masih hidup:
"Setelah kemerdekaan ini kami rebut dengan nyawa, apa yang telah kau perbuat untuk tanah ini?"
Bersiaplah. Sejarah sedang mengetuk pintu kesadaran kita di Ternate.
Lembah Cinere Depok, 24 April 2026
Pukul : 05.10
| Wellness tourism Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Daerah di Provinsi Maluku Utara |
|
|---|
| Tanah Ulayat dalam Cengkeraman Kapital: Ketika Pembangunan Menggeser Hak Masyarakat Adat |
|
|---|
| Rolemodel Hikmah Puasa Ramadan |
|
|---|
| Strategi Dekapitasi Amerika dan Israel terhadap Iran |
|
|---|
| “Disciplined Conversation” dan Pencegahan Korupsi di Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Monolog-Pahlawan-Nasional-Moloku-Kie-Raha-Siap-Pentas-Perdana-April-2026-di-Ternate-8.jpg)