Terkini Internasional
PM Israel Benjamin Netanyahu Bersumpah Terus Lanjutkan Serangan ke Gaza Selama Itu Diperlukan
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan serangan di Gaza akan terus dilakukan "selama yang diperlukan".
Dalam ledakan serangan udara pada Minggu pagi, Israel menargetkan rumah Yehya Al-Sinwar, seorang pemimpin Hamas di Jalur Gaza.

Utusan dari Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Mesir sedang berupaya untuk memulihkan ketenangan.
Namun, upaya mereka belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan.
Dewan keamanan PBB dijadwalkan bertemu pada Minggu malam untuk membahas kekerasan Israel-Palestina terburuk yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengingatkan semua pihak "bahwa setiap penargetan sipil dan struktur media secara sembarangan dinyatakan melanggar hukum internasional dan harus dihindari dengan segala cara," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan pada Sabtu.
Baca juga: Mengapa Konflik Israel-Palestina Kembali Pecah? Ketahui 7 Hal Ini, Termasuk Awal Konflik Dimulai
Baca juga: Konflik di Gaza Memanas, Gedung 12 Lantai Media Internasional Roboh Kena Serangan Udara Israel
Baca juga: Tegas! Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Diagnostika Terkait Alat Tes Antigen Bekas
Baca juga: Kasus Alat Rapid Test Antigen Bekas di Kualanamu, Erick Thohir: Penyebabnya Kelemahan Sistem

Hamas memulai serangan roketnya pada Senin pekan lalu, setelah berminggu-minggu ketegangan atas kasus pengadilan terkait pengusiran beberapa keluarga Palestina di Yerusalem Timur.
Serta, sebagai pembalasan atas bentrokan polisi Israel dengan warga Palestina di dekat masjid kota al-Aqsa, situs tersuci ketiga umat Islam, selama bulan Ramadhan.
Pada Sabtu malam, di hadapan kerumunan pengunjuk rasa di Doha, Qatar, pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengatakan, penyebab utama permusuhan itu adalah Yerusalem.
“Zionis mengira… mereka bisa menghancurkan masjid al-Aqsa. Mereka mengira bisa menggusur orang-orang kami di Sheikh Jarrah,” kata Haniyeh.
“Saya katakan kepada Netanyahu: jangan bermain-main dengan api,” lanjutnya, di tengah sorak-sorai penonton.
"Judul pertempuran hari ini, judul perang, dan gelar intifada, adalah Yerusalem, Yerusalem, Yerusalem," menggunakan kata Arab yang artinya "pemberontakan".
Hamas, Jihad Islam, dan kelompok militan lainnya diklaim telah menembakkan sekitar 2.300 roket dari Gaza sejak Senin, kata militer Israel pada Sabtu.
Dikatakan pula, sekitar 1.000 roket berhasil dicegat oleh pertahanan rudal Israel dan 380 lainnya jatuh ke Gaza.
Sementara, Israel telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan udara dan artileri ke jalur pantai yang berpenduduk padat.
Pihak Israel mengatakan, serangan itu ditujukan ke Hamas dan sasaran militan lainnya.
