Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Terkini Internasional

PM Israel Benjamin Netanyahu Bersumpah Terus Lanjutkan Serangan ke Gaza Selama Itu Diperlukan

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan serangan di Gaza akan terus dilakukan "selama yang diperlukan".

ANAS BABA/AFP
Ilustrasi - Foto: Asap mengepul setelah serangan udara Israel di Kota Gaza dekat Taman Barcelona dan beberapa tempat pemerintahan, salah satu serangan udara terbesar di Jalur Gaza, pada awal 12 Mei 2021. 

Dalam ledakan serangan udara pada Minggu pagi, Israel menargetkan rumah Yehya Al-Sinwar, seorang pemimpin Hamas di Jalur Gaza.

Eskalasi kerusakan pemukiman Palestina di Gaza oleh serangan jet-jet tempur Israel. Korban tewas warga Palestina terus bertambah.
Eskalasi kerusakan pemukiman Palestina di Gaza oleh serangan jet-jet tempur Israel. Korban tewas warga Palestina terus bertambah. (Anadolu Agency)

Utusan dari Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Mesir sedang berupaya untuk memulihkan ketenangan.

Namun, upaya mereka belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan.

Dewan keamanan PBB dijadwalkan bertemu pada Minggu malam untuk membahas kekerasan Israel-Palestina  terburuk yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengingatkan semua pihak "bahwa setiap penargetan sipil dan struktur media secara sembarangan dinyatakan melanggar hukum internasional dan harus dihindari dengan segala cara," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan pada Sabtu.

Baca juga: Mengapa Konflik Israel-Palestina Kembali Pecah? Ketahui 7 Hal Ini, Termasuk Awal Konflik Dimulai

Baca juga: Konflik di Gaza Memanas, Gedung 12 Lantai Media Internasional Roboh Kena Serangan Udara Israel

Baca juga: Tegas! Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Diagnostika Terkait Alat Tes Antigen Bekas

Baca juga: Kasus Alat Rapid Test Antigen Bekas di Kualanamu, Erick Thohir: Penyebabnya Kelemahan Sistem

Sebuah roket yang diluncurkan dari Gaza dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome Israel
Sebuah roket yang diluncurkan dari Gaza dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome Israel (AFP via thenationalnews.com)

Hamas memulai serangan roketnya pada Senin pekan lalu, setelah berminggu-minggu ketegangan atas kasus pengadilan terkait pengusiran beberapa keluarga Palestina di Yerusalem Timur.

Serta, sebagai pembalasan atas bentrokan polisi Israel dengan warga Palestina di dekat masjid kota al-Aqsa, situs tersuci ketiga umat Islam, selama bulan Ramadhan.

Pada Sabtu malam, di hadapan kerumunan pengunjuk rasa di Doha, Qatar, pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengatakan, penyebab utama permusuhan itu adalah Yerusalem.

“Zionis mengira… mereka bisa menghancurkan masjid al-Aqsa. Mereka mengira bisa menggusur orang-orang kami di Sheikh Jarrah,” kata Haniyeh.

“Saya katakan kepada Netanyahu: jangan bermain-main dengan api,” lanjutnya, di tengah sorak-sorai penonton.

"Judul pertempuran hari ini, judul perang, dan gelar intifada, adalah Yerusalem, Yerusalem, Yerusalem," menggunakan kata Arab yang artinya "pemberontakan".

Hamas, Jihad Islam, dan kelompok militan lainnya diklaim telah menembakkan sekitar 2.300 roket dari Gaza sejak Senin, kata militer Israel pada Sabtu.

Dikatakan pula, sekitar 1.000 roket berhasil dicegat oleh pertahanan rudal Israel dan 380 lainnya jatuh ke Gaza.

Sementara, Israel telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan udara dan artileri ke jalur pantai yang berpenduduk padat.

Pihak Israel mengatakan, serangan itu ditujukan ke Hamas dan sasaran militan lainnya.

Ilustrasi - Foto: Asap mengepul setelah serangan udara Israel di Kota Gaza dekat Taman Barcelona dan beberapa tempat pemerintahan, salah satu serangan udara terbesar di Jalur Gaza, pada awal 12 Mei 2021.
Ilustrasi - Foto: Asap mengepul setelah serangan udara Israel di Kota Gaza dekat Taman Barcelona dan beberapa tempat pemerintahan, salah satu serangan udara terbesar di Jalur Gaza, pada awal 12 Mei 2021. (ANAS BABA/AFP)
Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved