Selasa, 14 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Terkini Internasional

Akhir 2021, Negara-negara Kaya Diperkirakan Punya Surplus 1,2 Miliar Dosis Vaksin Covid-19

Negara-negara kaya di dunia berpotensi memiliki surplus lebih dari satu miliar dosis vaksin Covid-19 pada akhir tahun 2021 mendatang.

Freepik
ILUSTRASI vaksin Covid-19. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, negara-negara kaya di dunia berpotensi memiliki surplus lebih dari satu miliar dosis vaksin Covid-19 pada akhir tahun 2021 mendatang. 

TRIBUNTERNATE.COM - Dalam menghadapi pandemi Covid-19, vaksin adalah salah satu upaya yang ada saat ini untuk menekan angka risiko gejala parah, hospitalisasi, maupun angka kematian.

Namun, program pengadaan vaksin Covid-19 secara global tak berjalan tanpa hambatan.

Salah satu tantangan terbesar dalam upaya vaksinasi Covid-19 adalah ketidakmerataan atau ketimpangan vaksin.

Sebuah analisis baru menyebutkan, negara-negara kaya di dunia berpotensi memiliki surplus lebih dari satu miliar dosis vaksin Covid-19 pada akhir tahun 2021 mendatang.

Sebagian besar dari surplus itu adalah vaksin Covid-19 yang tidak ditetapkan sebagai sumbangan untuk negara-negara miskin.

Dikutip dari Al Jazeera, stok vaksin di negara-negara Barat telah mencapai 500 juta dosis hanya pada bulan ini saja.

Dari jumlah itu, sebanyak 360 juta dosis vaksin tidak dialokasikan untuk sumbangan.

Hal ini diungkap oleh sebuah penelitian baru yang diadakan perusahaan analisis data Airfinity.

ILUSTRASI vaksin Covid-19.
ILUSTRASI vaksin Covid-19. (Freepik)

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 hingga BOR RS Nasional Turun Signifikan, Jokowi: Jangan Disalahartikan, Bahaya

Baca juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 Rendah, 9 Daerah Disorot oleh Jokowi, Ada Aceh hingga Papua

Pada akhir tahun 2021, negara-negara ini berpotensi memiliki surplus 1,2 miliar dosis vaksin Covid-19, yang mayoritasnya - sebanyak 1,06 miliar - tidak ditujukan sebagai sumbangan.

Laporan lengkap yang berfokus pada pasokan vaksin yang tersedia di Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, Kanada, dan Jepang ini akan diterbitkan pada 7 September 2021.

Ketidaksetaraan dosis vaksin secara global telah dikecam oleh banyak tokoh dan pejabat kesehatan terkemuka.

COVAX, skema pembagian vaksin Covid-19 global yang didukung PBB, pada awalnya bertujuan untuk memberikan dua miliar dosis vaksin kepada orang-orang di 190 negara pada tahun ini – termasuk 92 negara berpenghasilan rendah – sehingga memastikan setidaknya 20 persen populasi divaksinasi.

Namun, kesepakatan negara-negara kaya dengan produsen vaksin telah membatasi ketersediaan vaksin untuk skema COVAX dan menyebabkan penimbunan vaksin.

Baca juga: Diduga Resisten terhadap Vaksin, WHO Pantau Varian Virus Corona Baru B1621 atau Mu

Baca juga: Krisis Iklim, PBB Peringatkan Manusia Timbulkan Dampak yang Tak Dapat Diubah Lagi bagi Bumi

Baca juga: AS Perkirakan Perang Saudara akan Terjadi di Taliban dan Bisa Menjadi Awal Mula Kelompok Teroris

Pada Minggu (5/9/2021), Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan pada pertemuan para menteri kesehatan negara-negara G20 bahwa ketidakadilan global terhadap vaksin adalah hal yang “tidak dapat diterima”.

Mengingat bahwa lebih dari 5 miliar vaksin telah diberikan di seluruh dunia, dia mengatakan hampir 75 persen dari dosis tersebut hanya diberikan di 10 negara.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved