Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pertamina Turunkan Harga BBM Non Subsidi, Pertamax dan Dexlite di Morotai Ikut Turun

SPBU kilo tiga di Kabupaten Pulau Morotai, ikuti edaran dari pertamina, kaitannya dengan penurunan Harga Bahan Bakar Minyak

Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/ Fizri Nurdin
Tampak baliho dipajanng persis di SPBU kilo tiga di desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, bertuliskan 'Pertamax dan Dexlite Turun Harga', Rabu (4/1/2023) 

TRIBUNTERNATE.COM, MOROTAI - SPBU kilo tiga di Kabupaten Pulau Morotai, ikuti edaran dari pertamina, kaitannya dengan penurunan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi Jenis Pertamax dan Dexlite.

Penurunan harga baru BBM per 3 Januari 2022 ini sesuai dengan penetapan harga yang diatur dalam Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi.

Harga sebelumnya, Pertamax dari Rp 14.200 turun  menjadi Rp 13.050.

Kemudian, Dexlite sebelumnya dijual dengan harga Rp 18.6500 turun menjadi Rp 16.500.

Sementara BBM jenis subsidi jenis Pertalite masih dengan harga.

per liternya Rp 10.000 ribu.

Penanggung jawab SPBU kilo 3 di desa Gotalamo kecamatan Morotai Selatan, Yusmil dikonfirmasi perihal penurunan harga mengatakan,sejak  kemarin sekitar  pukul 13.00 WIT, telah menyesuaikan harga berdasarkan putusan dari Pertamina pusat.

"Yah kita kemarin pas dapat informasi langsung kasih turun harga sesuai dengan keputusan pemerintah,"kata Yusmil kepada Tributernate.co, Rabu (4/1/2023).

Baca juga: Pulang Kampung, Oknum Brimob di Morotai Aniaya Warga Dikampung Sampai Babak Belur

Baca juga: Lewat Gerakan Menanam, Dinas Pertanian Terus Dorong Produksi Petani Hortikultura di Morotai

Yusmil juga menerangkan, usai penyesuaian harga BBM non subsidi itu pihaknya langsung memasang baliho untuk memberi informasi kepada masyarakat.

"Kita langsung pasang baliho di depan, bahwa Pertamax dan Dexlite turun harga,"ujarnya.

Bahkan Yusmil menjelaskan, untuk menstabilkan harga BBM di pengecer pihak juga belum melayani pembelian BBM pakai Jerigen.

Dengan alasan harus menunggu rapat bersama Disperindagkop dengan agen atau suplier dan juga para pengecer untuk penyesuaian harga di depot-depot.

"Kita belum layani pembeli Jerigen, masih menunggu rapat dengan Perindagkop dan juga para penjual BBM pengecer."jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved