Opini
Tausyiah Perjuangan: Mengukir Peradaban, Menyulam Kesadaran
"Jihad yang paling utama adalah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim, "kata Dr Syahrir Ibnu
Pesan ini mengisyaratkan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam perjuangan dan perubahan sosial.
Oleh karena itu, kader HMI harus mengambil peran ini dengan menjadi pelopor dalam membangun peradaban yang adil dan berkeadaban.
Refleksi Menuju HMI yang Lebih Visioner Saudaraku Insan Cita
Memasuki usia ke-78, HMI harus melakukan refleksi mendalam. Apakah ia akan tetap menjadi gerakan transformatif yang mengakar pada nilai-nilai Islam dan kebangsaan, ataukah ia akan kehilangan arah dalam arus globalisasi yang semakin kompleks?
Sebagai kader HMI, kita tidak boleh hanya menjadi penonton sejarah, tetapi harus menjadi penggerak zaman.
Antonio Gramsci (1971) dalam konsep organic intellectual menekankan bahwa intelektual sejati bukanlah mereka yang hanya berpikir di ruang akademik, tetapi mereka yang terlibat langsung dalam dinamika sosial untuk menciptakan perubahan.
HMI bukan sekadar organisasi mahasiswa, tetapi kawah candradimuka yang menempa pemimpin masa depan.
Oleh karena itu, kader HMI harus memiliki visi yang jelas, daya kritis yang tajam dan keberanian untuk bertindak demi kepentingan umat dan bangsa.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Ali Syariati (1979) dalam Red Shi’ism, Black Shi’ism:
"Islam yang sejati adalah Islam yang membebaskan, bukan yang membelenggu. Islam yang menginspirasi perjuangan, bukan yang melanggengkan penindasan."
HMI harus kembali menjadi gerakan yang tidak hanya kritis terhadap ketidakadilan, tetapi juga aktif dalam membangun solusi bagi peradaban.
Penutup
Perjuangan ini masih panjang. Jalan kita masih terjal. Tetapi jangan takut, jangan ragu. Kita tidak sendiri. Kita bersama dalam satu nafas perjuangan. Kita bersama dalam satu barisan keyakinan. Kita bersama dalam satu tekad untuk menjadikan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin dan Indonesia sebagai rumah yang adil bagi semua.
Tetaplah bergerak. Tetaplah berpikir. Tetaplah berjuang. HMI tidak membutuhkan kader yang hanya menjadi pengikut arus, tetapi kader yang berani melawan arus untuk menegakkan kebenaran.
Dalam setiap melangkah, ingatlah selalu pesan ini: "Lebih baik menjadi lilin kecil yang menyala di kegelapan, daripada menjadi lentera besar yang padam di tengah benderang."
HMI harus tetap menjadi ruang intelektual yang dinamis, laboratorium kepemimpinan yang kokoh dan rumah perjuangan yang melahirkan pejuang sejati. Kita harus berani berpikir, berani bergerak dan berani mengambil sikap. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam Hadits Riwayat Muslim:
"Jihad yang paling utama adalah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim."
Semoga HMI terus menjadi mata air perjuangan yang tak pernah kering, mercusuar dalam kegelapan dan pilar peradaban yang adil dan berkeadaban.
Selamat Milad ke-78 HMI.
Selamat berkonferensi dan bermusyawarah Kohati ke XXXIV untuk HMI Cabang Ternate.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa meridhoi langkah kita.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Flyer-tausyiah-perjuangan-Dr-Syahrir-Ibnu.jpg)