DPRD Maluku Utara
DPRD Maluku Utara Dukung Sofifi Jadi Kota Madya, Iqbal Ruray: Waktunya Kita Serius!
DPRD Maluku Utara siap memberikan dukungan penuh secara teknis dan politis termasuk melakukan koordinasi lintas pemerintah daerah
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Dukungan terhadap aspirasi pembentukan Kota Sofifi sebagai daerah otonom kembali menguat.
Ketua DPRD Maluku Utara M Iqbal Ruray menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut setelah menerima audiensi dari massa aksi Majelis Rakyat Sofifi di Kantor DPRD, Senin (14/7/2025).
Iqbal menilai, dorongan agar Sofifi menjadi kota madya merupakan hal yang rasional dan sudah lama seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah.
"Ibu kota provinsi ini sudah ditetapkan sejak tahun 1999, artinya sudah lebih dari 25 tahun. Kalau hingga sekarang belum juga berdiri sebagai kota otonom, itu tentu menjadi pertanyaan. Maka wajar jika masyarakat meminta kejelasan, "ujar Iqbal usai dialog.
Baca juga: Kombes Pol Setyo Agus, Dir Samapta Polda Maluku Utara yang Baru
Menurutnya, pihaknya siap memberikan dukungan penuh secara teknis dan politis, termasuk melakukan koordinasi lintas pemerintah daerah seperti Peprov Maluku Utara, Pemkot Tidore Kepulauan hingga tokoh adat dan Sultan Tidore.

"Kami di DPRD akan mendorong pengkajian teknis, sekaligus menjembatani dialog antara Pemprov, Pemkot Tidore Kepulauan, dan para tokoh adat."
"Ini bukan soal persaingan antarwilayah, tetapi bagaimana membangun pusat pemerintahan provinsi agar lebih terstruktur, "katanya.
Iqbal juga menegaskan bahwa keberadaan Kantor DPRD di Sofifi seharusnya menjadi sinyal kuat bahwa wilayah ini layak mendapatkan status sebagai kota.
Ia bahkan menyebut pentingnya infrastruktur penunjang seperti jembatan penghubung Ternate-Tidore-Sofifi, pelabuhan laut, dan bandara untuk mewujudkan konektivitas wilayah.
"Sofifi ini strategis. Dengan perencanaan yang matang dan sinergi antarwilayah, kita bisa wujudkan kota yang terhubung langsung dengan Ternate dan Tidore."
"Kita tidak sedang menyaingi siapa-siapa, justru kita ingin menyatukan dan memajukan Maluku Utara secara menyeluruh, "tegas politisi Partai Golkar itu.
Lebih lanjut, ia meminta semua pihak untuk melihat aspirasi ini secara objektif dan mengedepankan kepentingan rakyat, bukan sekadar kepentingan politik atau kelompok.
Baca juga: Empat Masukan Penting Gubernur Bali untuk Sherly Laos: Hal-hal yang Merusak Birokrasi
"Tugas DPRD adalah memperjuangkan kepentingan publik. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi? Kita harus duduk bersama dan merumuskan mekanisme yang adil agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” tambahnya.
Karenanya ia memastikan dalam waktu dekat DPRD Maluku Utara akan menjadwalkan pertemuan resmi dengan Gubernur, Walikota Tidore Kepulauan, serta tokoh masyarakat untuk membahas langkah-langkah konkret menuju pembentukan Kota Madya Sofifi.
"Kami terbuka. Mari kita cari solusi bersama, karena ini bukan hanya untuk Sofifi, tetapi untuk masa depan Maluku Utara, "tandasnya. (*)
Fraksi Hanura DPRD Maluku Utara Soroti Kenaikan Belanja Modal dalam APBD Perubahan 2025 |
![]() |
---|
DPRD Maluku Utara Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2025 dan KUA-PPAS 2026 |
![]() |
---|
Iqbal Ruray: Proyek Swakelola Renovasi Rumah Dinas Gubernur Maluku Utara Harus Jadi Pelajaran |
![]() |
---|
DPRD Maluku Utara Soroti Jalan Nasional Halmahera Tengah-Halmahera Selatan yang Rusak |
![]() |
---|
Alasan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara Diam-diam Pantau Kehadiran Pimpinan OPD |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.