TPPO
4 Warga Halmahera Selatan yang Jadi Korban TPPO Sudah Dalam Pengamanan Pemerintah Myanmar
"Mereka sudah tak lagi di perusahaan yang pekerjakan mereka sudah ditampung pemerintah Myanmar, "kata Kepala Ditransker Halmahera Selatan Daud Djubedi
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Berdasarkan laporan tersebut, peristiwa ini bermula pada 1 September 2025, ketika Feni diberangkatkan ke luar negeri setelah dijanjikan pekerjaan sebagai seles kecantikan di Thailand dengan gaji Rp12 juta per bulan.
Pihak yang diduga sebagai perekrut adalah seseorang bernama Andika, warga Manado, yang menawarkan pekerjaan tersebut kepada korban.
Namun beberapa hari setelah keberangkatan, Feni menghubungi keluarganya dan mengaku ternyata tidak berada di Thailand, melainkan di Myanmar.
Baca juga: Kesaksian Fantila Arista, Keluarga Korban TPPO Asal Halmahera Selatan di Myanmar
Ia juga menyampaikan bahwa tidak mengetahui nama perusahaan tempatnya bekerja karena tidak identitas resmi di lokasi tersebut.
Dalam komunikasinya, Feni mengaku ia dan beberapa rekannya dipaksa bekerja sebagai scammer (penipu daring) di bawah pengawasan ketat.
Mereka diancam akan disiksa atau dijual jika tidak mencapai target yang ditentukan. (*)
| Divhubinter Polri dan Polres Ternate Cegah Perdagangan Orang Lewat Jalur Laut |
|
|---|
| 3 Warga Halmahera Selatan Korban TPPO Dipulangkan, 1 Hilang Kontak |
|
|---|
| Update Kasus 4 Warga Halmahera Selatan Jadi Korban TPPO di Myanmar |
|
|---|
| 3 Remaja Cantik di Manado Diduga Jadi Korban TPPO, Diselundupkan Lewat Kapal Menuju Maluku Utara |
|
|---|
| Ini Tips Kapolda Maluku Utara Usai 4 Warga Halmahera Selatan Jadi Korban TPPO di Myanmar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/4-warga-Halmahera-Selatan-diduga-jadi-korban-TPPO-di-Myanmar.jpg)