Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kemendagri RI, Harap Krsna Kie Raha Polda Maluku Utara Jadi Media Kolaborasi Pemilu 2024

Kemendagri RI mengharapkan peluncuran implementasi proyek perubahan akselerasi penanganan kerawanan pemilu lewat aplikasi

Penulis: Randi Basri | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
Foto bersama usai aplikasi “Krsna Kie Raha” resmi dilaunching jelang Pemilu tahun 2024 mendatang, Selasa (21/11/2023) 

Tetapi sejak dini mencegah terjadinya gesekan yang bisa menimbulkan benturan-benturan sosial.  

Selanjutnya, penyelenggara Pemilu harus bekerja cepat responsif, dan selalu berada dalam koridor hukum.

Serta libatkan partisipasi masyarakat seluas-luasnya, gencarkan pendidikan politik, literasi, dan partisipasi masyarakat untuk menjaga pemilu yang berintegritas, pemilu yang berkualitas.

“Presiden mengingatkan kepada semua penyelenggara pemilu untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan detail serta melakukan pengawasan dan pengecekan langsung ke lapangan,” ungkapnya.

Termasuk penggunaan teknologi terkini, lakukan inovasi, dengarkan masukan-masukan dari rakyat, sehingga bisa menjaga suhu politik tetap kondusif, tetap aman, dan damai.

Disamping itu juga dalam amanat pada HUT ke-78 TNI, Presiden Joko Widodo juga menegaskan pentingnya sinergitas antara.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menjelang Pemilu 2024.

Jajaran TNI dan Polri perlu memetakan potensi kerawanan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan menjelang tahun politik.

“Presiden juga mengingatkan TNI dan Polri untuk tidak melakukan politik praktis,” ucapnya.

Sebagaimana saya sampaikan pada Rapat Koordinasi Persiapan Operasi Mantap Brata 2023-2024.

Dalam Rangka Pengamanan Pemilu 2024, yang dihadiri oleh jajaran Kepolisian tingkat Pusat dan Daerah, di Jakarta, pada tanggal 27 September 2023 yang lalu.

Robert juga berpesan agar Jajaran Polri

1. Mendorong Peran Polri untuk aktif dan tegas dalam menangai kampanye yang berpotensi memprovokasi dan memecah belah masyarakat, terutama black campaign atau kampanye hitam.

2. Memetakan Potensi Konflik dan melakukan langkah proaktif dalam menangani kerawanan konflik Pemilu dan Pilkada 2024.

3. Menjaga, melindungi dan memberikan keamanan kepada semua stakeholders (penyelenggara, peserta dan masyarkat). Hak memilih harus terjamin dan dilindungi agar partisipasi pemilih tinggi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved